BEASISWA BAZMA PERTAMINA
“Tidak apa saya kehilangan masa muda
saya, asalkan saya tidak kehilangan masa depan saya”. Saya sangat menyukai
kutipan tersebut, karena masa depan sangatlah penting. Bagi saya, kesuksesan
yang ingin saya raih, bukan hanya untuk diri saya sendiri, namun untuk kedua
orang tua saya dan keluarga saya. Saya adalah seorang Mahasiswi yang sedang
menempuh pendidikan Sarjana di Universitas Negeri Jakarta jurusan Pendidikan
Tata busana 2016. Saya lahir pada 25 April 1999 di Bekasi, yaitu Kota yang saya
tinggali sampai sekarang bersama kedua orang tua saya dan adik perempuan
saya. Tepat nya saya tinggal di
Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat.
Menjadi
anak pertama di keluarga itu cukup berat, karena saya merasa, sukses adalah
suatu kewajiban yang harus saya dapatkan. Kedua orang tua saya bukanlah orang
yang beruntung yang dapat mengenyam pendidikan lebih tinggi. Ibu saya hanya
lulusan Sekolah dasar, ia tidak melanjutkan pendidikan karena masalah biaya dan
pola pikir orang tua pada zaman dahulu yang selalu berfikir bahwa perempuan
akan berakhir di dapur, setinggi apapun pendidikan nya. Bapak saya lulusan SMP.
Kini ibu saya membuka usaha menjahit di rumah. Itulah mengapa saya masuk di
jurusan tata busana.
Saya mengikuti salah satu organisasi
dikampus, yaitu SIGMA TV UNJ. Organisasi ini bergerak di bidang audio visual.
Saya memilih organisasi ini karena saya merasa ada satu kesinambungan dengan
bidang jurusan saya, yaitu berharap saya bisa menjadi bagian dari penata busana
di televisi. Saya memilih menjadi bagian dari Divisi Film.
Dengan organisasi ini, saya belajar
banyak. Tidak hanya belajar bidang audio visual, namun yang terpenting adalah
bagaimana membangun kerjasama dalam suatu tim, belajar bagaimana mengatur waktu
antara organisasi dengan kuliah, bagaimana menjadi pemimpin dalam suatu
kelompok kecil, dan masih banyak lagi yang dapat saya pelajari dari organisasi.
Saya
sempat di ejek karena memilih jurusan tata busana, dan mengapa tidak memilih
jurusan lain yang lebih menjanjikan. Tapi pada kenyataan nya, yang mengejek pun
tidak lebih baik dari saya, dan masuk Universitas Swasta yang jelas
menghabiskan biaya.
Hal yang sedang saya lakukan untuk
Indonesia yaitu, Ketika remaja lain menghabiskan waktu nya lebih banyak untuk
bersenang-senang, saya harus bekerja keras membantu usaha jahit ibu saya
dirumah. Saya juga mencoba berwirausaha online fashion shop. Alasan saya
menjalankan bisnis ini antara lain untuk membantu keuangan keluarga saya, kelak
dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, saya tidak ingin menjadi
pemudi Indonesia yang hanya bisa menengadahkan tangan kepada orang lain. Saya
ingin menjadi pemudi yang pekerja keras, dan kreatif.
Walaupun
yang sedang saya lakukan ini, tidak seberapa jika dibanding dengan anak remaja
lain yang sudah bisa meraih prestasi hingga ke dunia internasional, setidaknya
apa yang saya lakukan dapat mengingatkan remaja lain untuk lebih kerja keras
untuk menghadapi kehidupan di masa depan, bagi keluarga nya dan juga untuk
Indonesia.
Kini saya tengah berada di semester 3
perkuliahan. Menjadi salah satu orang
yang bergerak dibidang fashion membuat saya bangga. Kenapa tidak, bidang
fashion sudah memegang peranan penting terhadap perekonomian Indonesia, yaitu
sebagai pencipta nilai tambah, menambah lapangan pekerjaan, dan juga sebagai
penyumbang devisa.
Banyak
Fashion Designer dari Indonesia yang meraih prestasi berhasil melakukan
pagelaran busana di luar negeri. Dunia fashion akan menjadi dunia yang tidak
ada habisnya, karena selama berjalan nya kehidupan, manusia akan membutuhkan busana.
Sebagai
mahasiswa tatabusana, kedepan nya saya ingin menjadikan bidang keahlian saya
sebagai tempat menambah lapangan pekerjaan bagi orang lain. Saya ingin menjadi
salah satu Fashion Designer Indonesia yang dapat menembus dunia Internasional. Dan
semakin menjadikan Fashion sebagai bidang yang berpengaruh terhadap
perekonomian Indonesia
0 komentar:
Posting Komentar